Sabtu, 16 Juni 2012

Sebuah Penantian

Menanti.
Banyak orang yang melakukan sebuah Penantian demi sesuatu yang ingin dicapainya.
Ya, contohnya penantian dalam masalah karier, keuangan, atau bahkan cinta?
CINTA.
Satu kata misterius yang susah terpecahkan. Apakah sebenarnya cinta?
Berlaku bagi siapa sajakah cinta?
Untuk apa kita harus mencintai seseorang?
Kenapa kita mencintai orang itu?
Ini masih menjadi sebuah misteri. Dan tetap akan menjadi sebuah misteri..
Jika "Penantian" dikarenakan sebuah "Cinta" , akankah itu akan berlangsung lama?
Apakah seorang "Penanti" akan mudah putus asa dan menyerah begitu saja?
Dan bagaimana dengan yang "Dinantikan" ? Ia akan menjadi seperti apa?

Semua orang mempunyai kisahnya masing-masing.
Ini adalah kisahku. Kisah penantianku selama 4 tahun yang tidak berbuah manis.

Jadi ceritanya seperti ini...

Pada tahun 2008, umurku 13 tahun. Tempat tinggalku masih di sini dan tak akan berpindah kemanapun. Ya disini, Indonesia. Tepatnya di Bali, kota yang menurutku indah dan penuh keajaiban..
Pada saat itu, aku bermain dengan adikku, Yuna yang berumur 10 tahun.
Kalau dijabarkan secara fisik, mungkin ia jauh lebih sempurna daripada aku.
Ia mempunyai bibir merah yg alami, bahkan ia mempunyai lesung pipit yang amat manis.
Pipinya tembam, kulitnya putih, rambutnya hitam , tebal, dan lurus.
Fisiknya sangat berlawanan denganku. Ya mungkin kau bisa menebak-nebak aku seperti apa..

Saat itu sedang cerah. Yuna mengajakku ke taman untuk bermain ayunan.
Aku sempat mengejeknya dengan sebutan MKKB (Masa Kecil Kurang Bahagia) tapi akhirnya aku menuruti ajakannya juga..
Di jalan, ia bercerita bahwa ia bertemu dengan seorang laki-laki yang seumuran denganku. Menurutnya, ia sangat baik. Makanya ia mau mengenalkannya padaku.
Sesampainya di taman, ia menarikku ke depan laki-laki yang sedang duduk di bangku taman.

"Hey Yuna! Hmmm kamu? Dara ya? kelas 8-6?", tanya laki-laki itu. Aku baru sadar bahwa ia Pitra, cowo populer di kalangan anak-anak basket dan OSIS. Kulitnya sawo matang, badannya tinggi dan berisi, mukanya manis, dan terlihat ada bekas jahitan pada bagian dagunya. Mungkin ia pernah jatuh saat bermain basket. Tapi, itu masih dugaanku..

"Kakak Pitra! Udah lama ya? Ini ka Dara. Kakak aku!",kata Yuna sambil tersenyum pada Pitra.
"Ang.. Engg.. Gu..Gue Dara..", kataku sambil mengulurkan tangan dengan malu-malu.
"Gue Pitra. Santai aja kali gausah gemeteran gitu. Gue yang di sekolah beda sama yang disini. Santai aja. Sebenernya gua juga bingung, di sekolah kenapa cewek-cewek pada takut sama gua. Santai aja kalo sama gua mah..", katanya sambil menerima uluran tanganku.

Lanjut ke "Sebuah Penantian 2" XOXO <3























Tidak ada komentar: