Minggu, 27 Juli 2014

FF ChanBaek "My 27th"

Author: @DiahA27_
Genre: Fluff, friendship
Cast: Park Chanyeol-Byun Baekhyun



Happy Camp. Salah satu program TV di China yang paling digemari oleh anak muda di China maupun di Korea bahkan di seluruh dunia karena sering mendatangkan bintang tamu yang spektakuler.
Jika pada bulan Juli kemarin, Happy Camp mendatangkan EXO dalam bentuk 11 member, hari ini Happy Camp hanya mendatangkan 2 member dari EXO. Dan dua-duanya berasal dari sub grup EXO K.
Mengapa bukan EXO M? Bukankah mereka lebih mahir berbahasa Mandarin daripada EXO K?
Itu karena, pihak Happy Camp diam-diam mensurvei kepada beberapa remaja dari beberapa negara di dunia.
Dengan pertanyaan..
“Siapakah 2 member EXO yang terlihat sangat dekat baik di panggung maupun di airport?”
Dan pilihan mereka jatuh kepada..



“Chanyeol dan Baekhyun.”

Seoul, 26 November 2014 08.08 AM
“Baek”
“Hm”
Terlihat dua orang pemuda yang dikelilingi oleh beberapa bodyguard sedang memasuki ruang tunggu. Ya, mereka sedang menunggu pesawat yang akan memberangkatkan mereka ke Beijing, China.
Pria yang terlihat tinggi menjulang, terlihat memakai earphone hijau bertuliskan “Happiness Delight” yang tersambung dengan handphone Samsung  yang digenggam di tangan kanannya , rayban, kaos putih polos dan celana jeans hitam panjang. Ia membiarkan rambut yang masih acak-acakan tak tersisir . Mengapa? Karena ia lupa menyisir rambut dan alasan kedua, yang terdengar seperti  ngeles yaitu, “Agar ia terlihat seksi di mata para fansnya.”
Ngeles? Memang.
Dan seorang pria yang agak lebih pendek nampak sibuk dengan handphone berlambang apel yang digigit seperempat. Dandanannya tidak jauh beda dengan pria yang lebih tinggi. Bedanya, ia memakai celana jeans selutut. Dan memakai sweater hitam bertuliskan angka 86. Dan ia memakai earphone putih polos. Dan juga memakai topi merah bertuliskan “Supreme” yang mungkin adalah brand dari topi itu.
Mereka duduk di ruang tunggu. Pria yang lebih tinggi meminta para bodyguard untuk menjaga mereka jarak jauh, bukan jarak dekat. Karena mereka berdua juga butuh ruang kosong. Dan, fans langsung memanfaatkan kesempatan itu dengan mendekati mereka dan memfoto mereka dari beberapa sudut.
Pria yang tinggi membuang napas kasar, namun tetap tersenyum. Ia tidak mau mengecewakan para fansnya. Ia lalu melirik ke pria yang ada di sebelahnya.
“Ngapain sih? Serius amat.”, tanya pria yang lebih tinggi.
“Hm”, jawab pria yang lebih pendek sambil senyam senyum sendiri menatap layar ponselnya.
“Daripada gak ada kerjaan, mending main tebak-tebakan,” , kata si pria tinggi dalam hati.

“Cowok?”,tanyanya mencoba peruntungan.
Dan si pria pendek menggelengkan kepalanya pelan.
“Cewek?”, tanya si tinggi itu lagi.
Dan si pendek hanya diam.
“Diam berarti benar.”, kata pria tinggi itu. “Member girlband?”,tanya si tinggi lagi.
Si pendek lagi-lagi hanya diam.
“Hmm girlband ya.. SM Ent?”
Seperti berbicara dengan batu, tidak ada yang menjawab.
“Taeyeon nuna?”, tanya si tinggi dengan senyum lebar dan nada yang ingin tahu.
Si pendek mengalihkan tatapan dari layar handphone dan menatap pria tinggi di sebelahnya. Ia mengangguk. Lalu fokus lagi pada layar handphone.
Si pria tinggi tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Entah dia harus senang, atau
.
.
Sedih?

Karena ia tahu, pria pendek di sebelahnya pasti akan berubah 180 derajat jika bersama dengan wanita itu. Minimal, ia tidak ada disampingnya lagi saat ia tidur di kamar dorm.

Tapi ia tidak mau membuat fans maupun si pria pendek kecewa dengan sikapnya kalau ia (sebagai teman yang baik) tidak suka kalau si pria pendek menjadi milik wanita itu.
Si pria tinggi itu tersenyum.
Mencoba mencairkan suasanya, ia mencoba merebut handphone lelaki pendek itu.
Dan ia berhasil.
Lalu ia mengangkat handphone itu tinggi-tinggi.
“Ayo Baek. Mau handphonemu kembali kan?”, kata si pria tinggi itu.
Biasanya, disaat seperti ini, si pria pendek akan merajuk dengan muka yang dibuat seimut mungkin agar si pria tinggi mau menuruti permohonannya.
Dan.. dugaan si pria tinggi itu salah.
Pria pendek itu berdiri. Lalu ia berbisik di telinga si tinggi (tentunya dengan sedikin berjinjit)
“Kita bukan anak kecil lagi. Cepat kembalikan handphoneku atau aku suruh bodyguard ke sini dan mengambil handphone itu paksa darimu?”
Si pria tinggi menatap mata si pria pendek. Biasanya ia akan menemukan tatapan merajuk, tatapan tulus yang biasanya bisa menenangkan hatinya.
Tapi kali ini ia menemukan tatapan yang
.
.
.
Tajam dan menusuk. Dan itu dikhususkan hanya untuk dirinya, si pria tinggi yang bernama Park Chanyeol.
Dan sesuatu yang Chanyeol tahu adalah..

Baekhyun. Byun Baekhyun. Sahabatnya dari masa trainee sudah mulai berubah.





Beijing, 27 November 2014. 09.25 AM
Happy Camp recording.

Sudah sehari semenjak kejadian kemarin. Baekhyun tetap pada sikapnya yang menyerupai batu berjalan. Dan Chanyeol..
Chanyeol juga ikut diam. Ikut memikirkan mengapa sikap Baekhyun cepat sekali berubah.

Chanyeol melihat handphonenya sekali lagi. Untuk memastikan kalender sebentar sebelum menitipkan handphonenya pada kru sebelum masuk studio.
Tidak berubah. Layar handphonenya masih menampakkan angka “27 November 2014” dengan tulisan hangeul.
Harusnya ini menjadi hari yang spesial untuknya.
Namun, mengapa orang yang seharusnya membuat hari ini spesial tiba-tiba berubah?
Mungkin ini akan tetap jadi hari yang spesial untuknya..
.
.
.
Atau mungkin yang terburuk.

09.30 PM                
“Selamat datang kembali Chanyeol dan Baekhyun di Happy Camp!”, kata semua MC dengan serentak pada Baekhyun dan Chanyeol.
Chanyeol menampakkan gummy smilenya. Dan ia melirik Baekhyun yang sedang tersenyum juga.
“Chanyeol. Ni hao? (apa kabar?)”, tanya salah satu MC Happy Camp.
“Baik. Sangat baik. Sehat luar biasa!”, jawab Chanyeol dengan semangat.
Sang MC hanya mengangguk. Lalu mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.
“Bagaimana denganmu? Sehat juga kan?”, tanya MC.
Baekhyun terlihat memasang senyum (yang terlihat sangat terpaksa di mata Chanyeol) lalu menjawab,
“Ya. Aku sangat baik. Sama seperti Chanyeol.”

Mereka lalu mengikuti serangkaian games dengan gembira.
Sesungguhnya tidak. Tidak terlalu gembira.
Atau bahkan tidak gembira sama sekali.

Chanyeol tahu, sangat tahu. Senyum yang terpasang di muka Baekhyun hanya senyum palsu. Senyum karena-ia-tidak-mau-mengecewakan-penggemarnya.

“Dan sekarang! Saatnya membacakan trending topic. Apakah Happy Camp masuk ke dalam Trending Topic dunia?”,tanya salah satu MC.
“Iya benar sekali. Saatnya kita menghitung mundur. 3..2..1..”, jawab salah satu MC dan saat menghitung mundur, diikuti penonton di studio, ChanBaek, dan MC yang lainnya.
Dan hasil trending topics muncul di layar.
Membuat seluruh penonton di studio kaget..
.
.
Dan juga, Baekhyun.

#HappyChanyeolDay
Pertama kali, akan aku jelaskan mengapa penonton panik.
Di China, twitter sama sekali tidak bisa dibuka. Walaupun ada sinyal penuh sekalipun.
Mereka juga sudah tahu kalau hari ini adalah hari spesial untuk Chanyeol. Tapi mereka salut pada fans internasional yang saling membantu agar menjadikan trending topic itu yang paling atas.

Dan untuk Baekhyun.
Ia sama sekali tidak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun roommatenya sendiri. Mungkin saking asiknya smsan sama ceweknya. Ia tidak menyangka akan lupa. Padahal setiap tahun, ialah yang pertama kali mengucapkan ulang tahun pada sahabatnya itu.

“Hari ini kita kedatangan tamu spesial. Ia yang memberikan ucapan ulang tahun pertama untuk Chanyeol.”, kata MC dan tanpa sengaja membuyarkan lamunan Baekhyun.
“Yap tepat sekali. Kabarnya ia tiap tahun tidak pernah menang dengan Baekhyun. Biasanya Baekhyun memberikan ucapan yang pertama pada Chanyeol. Tapi tahun ini, ia berhasil mengalahkan posisi Baekhyun.”, jawab MC yang agak gemuk dan chubby.
Chanyeol melirik Baekhyun yang mukanya tampak kusut.
“Dan siapakah orang itu? Kita akan melihatnya setelah beberapa iklan. Tetaplah di depan layar TV anda. Dan saksikan Happy Camp!”, kata MC dan menutup sekmen ini.

“Aku ke toilet dulu.”
“Aku ikut.”

Baekhyun menuju ke belakang studio dan masuk ke dalam kamar mandi tentunya, diikuti oleh Chanyeol.
Baekhyun menatap kaca besar yang ada di depannya. Chanyeol berdiri di sebelahnya. Lalu ia menunduk dan menyalakan keran, untuk mencuci mukanya.
Mereka sudah lelah. Lelah berpura-pura kalau dalam keadaan yang baik-baik saja.
“Baekhyun..”, kata Chanyeol sambil menatap pantulan wajah Baekhyun di kaca.
“Iya yeol?”, jawab Baekhyun.
Chanyeol sibuk menyiapkan kata-kata yang tepat.


TBC

P.S: Gue nulis ini sambil latihan prospek huhu. Semangat deh Diah! Go Diamond! ^^

Tidak ada komentar: