Selasa, 22 Juli 2014
Pertemuan (yang tidak bisa dideskripsikan)
Bertemu denganmu (lagi) mungkin adalah sebuah kebetulan.
Setelah beberapa waktu kita sama-sama disibukkan oleh kegiatan kita masing-masing, akhirnya kita dapat bertemu lagi di tempat yang sebenarnya.. Ah tidak pernah aku prediksikan sebelumnya.
Bukan, aku tidak berharap kamu menjadi miliku.
Karena, aku sadar siapa sebenarnya aku. Aku sadar siapa aku.
Tapi sekarang, kamu (dalam bentuk nyata, yang awalnya aku kira hanyalah sebuah hayalan belaka) ada duduk di depanku.
Kamu duduk dengan seragam SMA yang tampak berantakan sambil memegang sebuah cup yang berisikan minuman dingin yang entah apa isinya (aku sama sekali tidak memperhatikan, aku hanya fokus padamu).
Kamu hadir tepat disaat aku putus asa (karena mondar mandir nyari temen ga ketemu-ketemu). Dengan tangan yang melambai, hendak memanggil seseorang. Tapi mengapa itu seperti tertuju padaku?
Aku menoleh ke kanan, ke kiri, ke depan dan ke belakang. Tapi, tidak ada siapa-siapa. Sampai akhirnya kamu berkata,
"Iya. Lu. Kesini deh."
Dan dari kalimat itu, ada beberapa percakapan yang mengalir. Mulai dari sekedar basa-basi (karena ketemu orang harusnya basa basi dulu kan nanyain kabar, masuk SMA mana, dll) hingga beberapa menit kemudian aku harus pergi karena ada beberapa orang yang menunggu kehadiranku.
Mungkin pada saat itu, aku menampakkan muka seperti orang kesal dan murung.
Tapi pada kenyataannya, aku sangat ingin tersenyum. Tersenyum senang karena ekspetasiku tentangmu berubah.
Berubah?
Iya. Awalnya aku mengira kamu adalah robot kaku yang mugnkin sama sekali tidak mempunyai perasaan. Karena, pada hari-hari biasa kamu selalu bersikap seperti itu. Bukan hanya padaku, tapi dengan seisi kelas.
Tapi apa yang aku lihat sekarang?
Yang aku lihat di depanku adalah dirimu sebenarnya, mungkin? Yang sedang tertawa pelan karena lelucon yang kubuat (yang menurutku sama sekali tidak lucu). Aku menyukai caramu tertawa. Caramu berbicara.
Caramu menatap mataku.
Tatapanmu begitu teduh. Rasanya, aku seperti duduk di bawah pohon rindang dan dikelilingi danau-danau. Sejuk dan nyaman.
Jika Tuhan memberikan kita (atau hanya aku) waktu untuk bertemu lagi, aku janji akan memanfaatkan itu semampuku.
Aku tidak mau menyia-nyiakan tatapan matamu yang teduh, dan oh jangan lupakan senyummu yang sempurna.
Thanks GOD, i miss him.
P.S: Thanks to Elegy Fajar Triwardoyo yang udah ngebikin blog ini lebih enak diliat. Lebih simple dan lebih rapi ahahahaha~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar