Author: @DiahA27_
Genre: Fluff, friendship
Cast: Park Chanyeol-Byun Baekhyun
Happy
Camp. Salah satu program TV di China yang paling digemari oleh anak muda di
China maupun di Korea bahkan di seluruh dunia karena sering mendatangkan
bintang tamu yang spektakuler.
Jika
pada bulan Juli kemarin, Happy Camp mendatangkan EXO dalam bentuk 11 member,
hari ini Happy Camp hanya mendatangkan
2 member dari EXO. Dan dua-duanya berasal dari sub grup EXO K.
Mengapa bukan EXO M? Bukankah
mereka lebih mahir berbahasa Mandarin daripada EXO K?
Itu
karena, pihak Happy Camp diam-diam mensurvei kepada beberapa remaja dari
beberapa negara di dunia.
Dengan
pertanyaan..
“Siapakah
2 member EXO yang terlihat sangat dekat baik di panggung maupun di airport?”
Dan
pilihan mereka jatuh kepada..
“Chanyeol
dan Baekhyun.”
Seoul, 26 November 2014 08.08
AM
“Baek”
“Hm”
Terlihat
dua orang pemuda yang dikelilingi oleh beberapa bodyguard sedang memasuki ruang
tunggu. Ya, mereka sedang menunggu pesawat yang akan memberangkatkan mereka ke
Beijing, China.
Pria
yang terlihat tinggi menjulang, terlihat memakai earphone hijau bertuliskan “Happiness
Delight” yang tersambung dengan handphone Samsung yang digenggam di tangan kanannya , rayban,
kaos putih polos dan celana jeans hitam panjang. Ia membiarkan rambut yang
masih acak-acakan tak tersisir . Mengapa? Karena ia lupa menyisir rambut dan
alasan kedua, yang terdengar seperti ngeles yaitu, “Agar ia terlihat seksi di
mata para fansnya.”
Ngeles?
Memang.
Dan
seorang pria yang agak lebih pendek nampak sibuk dengan handphone berlambang
apel yang digigit seperempat. Dandanannya tidak jauh beda dengan pria yang
lebih tinggi. Bedanya, ia memakai celana jeans selutut. Dan memakai sweater
hitam bertuliskan angka 86. Dan ia memakai earphone putih polos. Dan juga
memakai topi merah bertuliskan “Supreme” yang mungkin adalah brand dari topi
itu.
Mereka
duduk di ruang tunggu. Pria yang lebih tinggi meminta para bodyguard untuk
menjaga mereka jarak jauh, bukan jarak dekat. Karena mereka berdua juga butuh
ruang kosong. Dan, fans langsung memanfaatkan kesempatan itu dengan mendekati
mereka dan memfoto mereka dari beberapa sudut.
Pria
yang tinggi membuang napas kasar, namun tetap tersenyum. Ia tidak mau
mengecewakan para fansnya. Ia lalu melirik ke pria yang ada di sebelahnya.
“Ngapain
sih? Serius amat.”, tanya pria yang lebih tinggi.
“Hm”,
jawab pria yang lebih pendek sambil senyam senyum sendiri menatap layar
ponselnya.
“Daripada gak ada kerjaan,
mending main tebak-tebakan,” , kata si pria tinggi dalam hati.
“Cowok?”,tanyanya
mencoba peruntungan.
Dan
si pria pendek menggelengkan kepalanya pelan.
“Cewek?”,
tanya si tinggi itu lagi.
Dan
si pendek hanya diam.
“Diam
berarti benar.”, kata pria tinggi itu. “Member girlband?”,tanya si tinggi lagi.
Si
pendek lagi-lagi hanya diam.
“Hmm
girlband ya.. SM Ent?”
Seperti
berbicara dengan batu, tidak ada yang menjawab.
“Taeyeon
nuna?”, tanya si tinggi dengan senyum lebar dan nada yang ingin tahu.
Si
pendek mengalihkan tatapan dari layar handphone dan menatap pria tinggi di
sebelahnya. Ia mengangguk. Lalu fokus lagi pada layar handphone.
Si
pria tinggi tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Entah
dia harus senang, atau
.
.
Sedih?
Karena
ia tahu, pria pendek di sebelahnya pasti akan berubah 180 derajat jika bersama
dengan wanita itu. Minimal, ia tidak ada disampingnya lagi saat ia tidur di
kamar dorm.
Tapi
ia tidak mau membuat fans maupun si pria pendek kecewa dengan sikapnya kalau ia
(sebagai teman yang baik) tidak suka kalau si pria pendek menjadi milik wanita
itu.
Si
pria tinggi itu tersenyum.
Mencoba
mencairkan suasanya, ia mencoba merebut handphone lelaki pendek itu.
Dan
ia berhasil.
Lalu
ia mengangkat handphone itu tinggi-tinggi.
“Ayo
Baek. Mau handphonemu kembali kan?”, kata si pria tinggi itu.
Biasanya,
disaat seperti ini, si pria pendek akan merajuk dengan muka yang dibuat seimut
mungkin agar si pria tinggi mau menuruti permohonannya.
Dan..
dugaan si pria tinggi itu salah.
Pria
pendek itu berdiri. Lalu ia berbisik di telinga si tinggi (tentunya dengan
sedikin berjinjit)
“Kita
bukan anak kecil lagi. Cepat kembalikan handphoneku atau aku suruh bodyguard ke
sini dan mengambil handphone itu paksa darimu?”
Si
pria tinggi menatap mata si pria pendek. Biasanya ia akan menemukan tatapan
merajuk, tatapan tulus yang biasanya bisa menenangkan hatinya.
Tapi
kali ini ia menemukan tatapan yang
.
.
.
Tajam
dan menusuk. Dan itu dikhususkan hanya untuk dirinya, si pria tinggi yang bernama
Park Chanyeol.
Dan
sesuatu yang Chanyeol tahu adalah..
Baekhyun.
Byun Baekhyun. Sahabatnya dari masa trainee sudah mulai berubah.
Beijing, 27 November 2014.
09.25 AM
Happy Camp recording.
Sudah
sehari semenjak kejadian kemarin. Baekhyun tetap pada sikapnya yang menyerupai
batu berjalan. Dan Chanyeol..
Chanyeol
juga ikut diam. Ikut memikirkan mengapa sikap Baekhyun cepat sekali berubah.
Chanyeol
melihat handphonenya sekali lagi. Untuk memastikan kalender sebentar sebelum menitipkan
handphonenya pada kru sebelum masuk studio.
Tidak
berubah. Layar handphonenya masih menampakkan angka “27 November 2014” dengan
tulisan hangeul.
Harusnya
ini menjadi hari yang spesial untuknya.
Namun,
mengapa orang yang seharusnya membuat hari ini spesial tiba-tiba berubah?
Mungkin
ini akan tetap jadi hari yang spesial untuknya..
.
.
.
Atau
mungkin yang terburuk.
09.30 PM
“Selamat datang kembali Chanyeol dan Baekhyun di Happy
Camp!”, kata semua MC dengan serentak pada Baekhyun dan Chanyeol.
Chanyeol menampakkan gummy smilenya. Dan ia melirik
Baekhyun yang sedang tersenyum juga.
“Chanyeol. Ni hao? (apa kabar?)”, tanya salah satu MC
Happy Camp.
“Baik. Sangat baik. Sehat luar biasa!”, jawab Chanyeol
dengan semangat.
Sang MC hanya mengangguk. Lalu mengalihkan pandangannya
pada Baekhyun.
“Bagaimana denganmu? Sehat juga kan?”, tanya MC.
Baekhyun terlihat memasang senyum (yang terlihat sangat
terpaksa di mata Chanyeol) lalu menjawab,
“Ya. Aku sangat baik. Sama seperti Chanyeol.”
Mereka lalu mengikuti serangkaian games dengan gembira.
Sesungguhnya tidak. Tidak terlalu gembira.
Atau bahkan tidak gembira sama sekali.
Chanyeol tahu, sangat tahu. Senyum yang terpasang di muka
Baekhyun hanya senyum palsu. Senyum
karena-ia-tidak-mau-mengecewakan-penggemarnya.
“Dan sekarang! Saatnya membacakan trending topic. Apakah
Happy Camp masuk ke dalam Trending Topic dunia?”,tanya salah satu MC.
“Iya benar sekali. Saatnya kita menghitung mundur.
3..2..1..”, jawab salah satu MC dan saat menghitung mundur, diikuti penonton di
studio, ChanBaek, dan MC yang lainnya.
Dan hasil trending topics muncul di layar.
Membuat seluruh penonton di studio kaget..
.
.
Dan juga, Baekhyun.
#HappyChanyeolDay
Pertama kali, akan aku jelaskan mengapa penonton panik.
Di China, twitter sama sekali tidak bisa dibuka. Walaupun
ada sinyal penuh sekalipun.
Mereka juga sudah tahu kalau hari ini adalah hari spesial
untuk Chanyeol. Tapi mereka salut pada fans internasional yang saling membantu
agar menjadikan trending topic itu yang paling atas.
Dan untuk Baekhyun.
Ia sama sekali tidak ingat kalau hari ini adalah hari
ulang tahun roommatenya sendiri. Mungkin saking asiknya smsan sama ceweknya. Ia
tidak menyangka akan lupa. Padahal setiap tahun, ialah yang pertama kali
mengucapkan ulang tahun pada sahabatnya itu.
“Hari ini kita kedatangan tamu spesial. Ia yang memberikan
ucapan ulang tahun pertama untuk Chanyeol.”, kata MC dan tanpa sengaja
membuyarkan lamunan Baekhyun.
“Yap tepat sekali. Kabarnya ia tiap tahun tidak pernah
menang dengan Baekhyun. Biasanya Baekhyun memberikan ucapan yang pertama pada
Chanyeol. Tapi tahun ini, ia berhasil mengalahkan posisi Baekhyun.”, jawab MC
yang agak gemuk dan chubby.
Chanyeol melirik Baekhyun yang mukanya tampak kusut.
“Dan siapakah orang itu? Kita akan melihatnya setelah
beberapa iklan. Tetaplah di depan layar TV anda. Dan saksikan Happy Camp!”,
kata MC dan menutup sekmen ini.
“Aku ke toilet dulu.”
“Aku ikut.”
Baekhyun menuju ke belakang studio dan masuk ke dalam
kamar mandi tentunya, diikuti oleh Chanyeol.
Baekhyun menatap kaca besar yang ada di depannya. Chanyeol
berdiri di sebelahnya. Lalu ia menunduk dan menyalakan keran, untuk mencuci
mukanya.
Mereka sudah lelah. Lelah berpura-pura kalau dalam keadaan
yang baik-baik saja.
“Baekhyun..”, kata Chanyeol sambil menatap pantulan wajah
Baekhyun di kaca.
“Iya yeol?”, jawab Baekhyun.
Chanyeol sibuk menyiapkan kata-kata yang tepat.
TBC
P.S: Gue nulis ini sambil latihan prospek huhu. Semangat deh Diah! Go Diamond! ^^